WHAT'S NEW?
Loading...

Bukan Doraemon

Aku ingin begini
aku ingin begitu
ingin ini
ingin itu
banyak sekali... :v

OST Doraemon ini sejenak membuat kita menerawang memori masa kecil.
Tak jarang kita pun berandai-andai punya mesin waktu, punya alat ini, punya alat itu. Rasanya hidup tanpa masalah.
Termasuk dalam memilih pasangan hidup. Wajar jika manusia ingin yang terbaik dalam hidupnya, meski orang tersebut bukan yang terbaik.
Sebagai seorang wanita, gadis mana yang tak berangan utk kemudian menemukan sang pangeran berkuda putih yang suatu hari nanti akan setia mencintainya. Setia melindunginya setiap saat. Menjadi pundak tempat bersandar kala airmata melelh di pipi. jadi tak jarang sebagai seorang suami, lelaki harus siap menjadi:
1. Tukang PLN, siap benerin kalo mati lampu
2. Teknisi, kali aja TV ato laptop tiba-tiba eror
3. Ustad, biar bisa ngajarin islam ke anak&istri
4. Tukang ojek, siap siaga 24 jam Senin sampe Senin lagi
5. Tukang pijit, jika sewaktu2 istri capek habis cuci baju atau masak
6. Baby sitter, jagain anak pas istri belanja
7. Teller/ATM, jika sewaktu2 istri butuh belanja
8. Koki, kali aja istrinya ga sempet (atau ga bisa) masak :v
9. dll (silahkan dilanjutkan sendiri)

Sama halnya wanita, lelaki pun manusia biasa yang wajar bila punya impian ingin memiliki istri yang cantik, sholihah, pinter, kaya, dll, dsb, dst...

Sehingga sesempurna apapun sepasang kekasih, bukan berarti hidup tanpa masalah. Namun dengan ujian dan masalah itulah, Alloh hendak meninggikan derajat keduanya. Islam bukan agama untuk lelaki saja maupun wanita saja. Islam memuliakan keduanya. Dan sebagai muslim, ketika masalah rumah tangga berkaitan dengan syara', hendaknya diselesaikan sesuai Islam.

Lha, kalo masalah rumah tangga tidak ada solusi nya karena bukan hal syara gimana? Misal hal teknis ringan seperti pilih makan di rumah apa di resto hari ini, pilih kontrak apa tinggal dirumah yang sudah ada. Nah, di sini Allah SWT hendak menguji kita agar semakin bijak. Bahwa hidup tidak hanya milik kita seorang. Tak jarang jika kita berlarut dalam ego, ada saja godaan menuju perceraian. Hanya orang-orang yang berjiwa besar sajalah yang mau mengerti pasangannya dengan segala kekurangannya. Mensyukuri kelebihan pasangannya, yang belum tentu dimiliki oleh orang lain.

Dan saya rasakan sendiri bahwa keberhasilan saya pun tak lepas dari support dan bibit-bibit cinta yang istri saya tanam setiap hari dengan setiap caranya. Memang saya sadari bahwa di dunia tidak ada bidadari bersayap, kan yang ada bidadari yang berhijab. Istri bila bisa segalanya bukanlah istri namanya karena ia takkan pernah membutuhkan yang namanya suami. Ia manusia, ia dekat ibarat tulang rusuk dan juga pakaian bagi kita. Menerima segala kekurangan dan senantiasa menutup aib kita.
Sekarang dan selamanya ia titipan terindah dari-Nya.

Wajar bila ia capek curhatnya ke suami. Sesekali minta dimanja. Jika sedang sakit minta suami yang mengantar, bukan orang lain. Bahkan saat sehat sekalipun ia masih membutuhkan dosis kasih sayang kita. Karena dengan begitulah ia akan setia dan tulus.

Wanita bukanlah bola sepak, yang ketika masih jauh kita kejar-kejar dan ketika sudah dekat lantas kita tendang sejauh-jauhnya. Lelaki juga bukanlah mesin ATM yang bisa kita ambil uangnya sesuka hati lalu ditinggalkan begitu saja. Suami dan istri yang kita miliki juga punya kelemahan yang dengannya kita akan makin melengkapi. Syukurilah bahwa ianya bukanlah Doraemon, yang ketika ingin ini, ingin itu dapat diwujudkan dengan kantong ajaib!! Semoga menginspirasi jadi mindset baru dalam berumahtangga secara berkah :-)

selamat berbahagia kawan yang telah menikah, bagi yang belum sabar ya, Farouk Amsyari - Public Speaker yakin bahwa Alloh sedang mempersiapkan yang terbaik untukmu dan tak perlu kuatir jodoh tertukar... cukup sinetron aja Putri Yang Tertukar :-)
@amsyari_f

1 komentar: Leave Your Comments

  1. teruslah berkarya, teruslah menginspirasi..Farouk Amsyari
    #SayNoToDrugs #IndonesiaDaruratNarkoba #CegahNarkoba #3investasiSurga #PakarMindset #inspirasi #motivasi

    BalasHapus