WHAT'S NEW?
Loading...

Bagaimana MINDSET Bisa Mengubah dan Mempengaruhi Seseorang?

Mindset adalah pola pikir yang mempengaruhi pola kerja. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh pola pikirnya. Seseorang melakukan sesuatu karena didorong dan digerakkan oleh pola pikirnya. Jadi, kalau kita mau merubah perilaku seseorang maka pola pikirnya dulu yang harus dirubah. Pola pikir berubah, perilaku pasti berubah!
Kekuatan mindset juga dipergunakan Rasulullah Muhammad SAW dalam memenangkan hati dan pikiran masyarakat jazirah Arab 1400 tahun yang lalu. Terbukti bahwa wahyu pertama dari Surat Al-‘Alaq yang memerintahkan Rasul untuk membaca, padahal Rasul sendiri merupakan orang yang buta huruf. Lantas apa yang dibaca? Tak lain dan tak bukan ialah membaca mindset penduduk suku Quraisy saat itu. Termasuk bagaimana peradaban Islam selanjutnya mampu berkembang dan memimpin dunia selama berabad-abad. Selain merupakan bukti agungnya ajaran Islam, juga diimbangi para pemimpin peradaban memahami mindset umatnya sehingga tahu bagaimana strategi agar konsep masyarakat yang ideal bisa ditransfer pada benak masyarakat sehingga bisa bersama-sama membangunnya.
Untuk contoh yang lebih dekat dapat kita ambil hikmah dari pertandingan Basket NBA. Karena basket adalah salah satu cabang olahraga yang paling banyak disuka selain sepakbola. Dan Michael Jordan dari club Chicago Bulls adalah pemain basket favorit ribuan penggemar. Sayang karena umurnya, maka tidak bisa dihindari ada waktunya dia harus mengundurkan diri sebagai pemain basket.
Pada akhir pertandingan untuk perpisahannya dia sempat diwawancarai oleh salah satu stasiun TV, salah satu pertanyaan yang diajukan oleh si pewawancara adalah,” Apa sebenarnya yang menjadi resep kunci sukses Anda selama ini?”. Jawaban Jordan adalah bahwa dalam setiap pertadingan selama ini dia selalu berkata kepada dirinya sendiri, "Ini adalah pertandingan terakhir kalinya, setelah ini dia tidak main lagi." Jadi karena ini adalah pertandingan terakhir kali maka dia akan bermain sebaik mungkin, semaksimal mungkin dan itu yang membuat dia selalu memberikan yang terbaik. Setiap kali dia bertanding dia selalau bilang pada dirinya sendiri, "Ini pertandingan terakhir saya, ini pertandingan terakhir saya, saya harus bermain sebaik mungkin!" Pemikiran ini dia tanamkan dalam pikiran dia setiap kali dia diturunkan sebagai pemain di timnya. Inilah yang menjadi mindset dia sehingga dia berhasil menjadi salah satu pemain basket yang hebat yang pasti akan dikenang sepanjang masa!
Apa itu mindset?
Sering kali kita mendengar kata mindset tetapi mungkin kita belum tahu apa arti mindset. Mindset sebenarnya dua kata bahasa Inggris yang digabung menjadi satu yaitu "mind" dan "set". Mind berarti pikiran, akal, ingatan. Sedangkan "set" adalah kumpulan, perangkat. Jadi secara harafiah diartikan sebagai kumpulan atau perangkat pikiran atau akal atau ingatan. Tetapi sebenarnya maksudnya bukan seperti itu, tetapi yang saya maksud mindset disini adalah pola pikir yang mempengaruhi pola kerja.
Sebagaimana definisi mindset diatas yaitu pola pikir yang mempengaruhi pola kerja, demikian juga Michael Jordan, dalam setiap kali pertandingan basketnya, pola kerja dia dipengaruhi oleh mindset (pola pikir)nya. Mindsetnya adalah bahwa dalam setiap pertandingan yang dia hadapi, dia selalu bilang kepada dirinya, " I will do it my best because this is my last game! (ini adalah pertandingan terakhir saya, jadi saya harus bermain sebaik mungkin)". Inilah yang memompa energi Jordan yang menyemangati untuk tidak mudah menyerah. Kalimat ini kalau dia ucapkan lebih kuat pengaruhnya dari pada energy drink yang dia minum, kalimat ini seperti vitamin yang memberi tenaga, yang memberi stamina (daya tahan) dan ketahanan fisik (endurance) yang luar biasa seolah-olah tidak pernah kehabisan tenaga.
Manusia pada umumnya dalam melakukan sesuatu pasti lebih dulu orang tersebut karena didorong oleh pola berfikirnya. Jadi pola pikirlah yang menggerakkan, mendorong atau yang menjadi landasan mengapa seseorang melakukan sesuatu. Itulah sebabnya kalau kita hendak melarang seseorang untuk tidak melakukan suatu hal atau sebaliknya mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu maka hal pertama yang harus dipengaruhi lebih dulu adalah pola pikirnya, jalan pikirannya yang diubah dulu. Kita bisa saja melarang seseorang untuk tidak melakukan sesuatu atau mendorong seseorang melakukan sesuatu tetapi jika tanpa merubah pola pikirnya lebih dulu maka tidak akan menghasilkan suatu perubahan hasil yang permanen atau perubahan yang berarti. Kalau kita ingin merubah perilakau seseorang dengan hasil yang lebih permanen atau lebih berarti maka yang harus dipengaruhi pertama kali adalah pola pikirnya.
Sebagai contoh misalnya kalau kita punya anak yang malas belajar dan maunya hanya main terus, dan kita ingin anak kita supaya mau rajin belajar, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah merubah pola pikirnya mengapa belajar itu penting, yaitu dengan memberi nasehat bahwa kalau mau pintar, mau berhasil, mau jadi insinyur (kalau cita-citanya jadi insinyur) dll., kita harus menjabarkan syarat-syarat bagaimana menjadi seorang yang berhasil dan kalau perlu memberi contoh-contoh kepada anak kita tentang orang-orang yang sudah berhasil meraih cita-cita. Mereka yang sudah berhasil meraih cita-cita mereka sudah pasti mereka bekerja keras dan terbiasa mendisiplinkan diri dengan terus belajar dan bekerja giat guna meraih cita-citanya itu. Dengan melarang dan memarahi saja tidak cukup, itu hanya akan merubah cara kerja secara sementara. Kalau ada orang tuanya mau disiplin, mau belajat, giliran tidak dilihat oleh orang tuanya, maka kembali lagi ke kebiasaan jeleknya. Ini artinya apa? Ini artinya mindsetnya belum berubah. Ubahlah mindset maka berubahlah seseorang menjadi benar-benar seperti yang kita inginkan. Ubah pola pikirnya maka akan berubah pola kerjanya.
Demikian juga kalau kita hendak "menyemangati" karyawan kita dalam bekerja, maka hal pertama yang kita harus rubah, kita pengaruhi dalam diri karyawan kita adalah pola pikirnya. Bagaimana caranya? Misalnya, ajaklah dan libatkan dalam membahas suatu planning dalam bidangnya (departemennya) dan diskusikanlah bersama, libatkanlah dalam menganalisa baik-buruknya, untung ruginya, kuat dan lemahnya (strong-point dan weak point) dari rencana kerja yang telah disusun bersama tersebut. Ajaklah juga menganalisa bagaimana mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Ini akan mempengaruhi secara tidak langsung pola pikirnya yang nantinya akan berpengaruh pada pola kerjanya. Kenapa? karena karyawan kita tahu rencana yang susun, dia merasa ikut "memiliki" dihargai idenya, logika berfikirnya dll. Pola pikir berubah... pola kerja berubah!
Pendek kata sejatinya tidak ada satupun manusia dilahirkan malas dan gagal. Anak yang belum rajib belajar ataupun karyawan yang target kerjanya belum tercapai target kerjanya sejatinya ia belum tertanam dorongan kuat mengapa ia harus merubah diri. Jadi rahasianya sederhana. Pola pikirnya yang dipengaruhi dulu, maka perilaku pasti berubah. Pola pikirnya berubah, maka pola kerja juga berubah. Pasti bisa!

Salam Mindset Pemenang !!
Karyawan menjadi teladan, pelajar semakin rajin. Karena mindset berfikir yang tepat.

0 komentar:

Posting Komentar