WHAT'S NEW?
Loading...

6 Pencuri di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Alqur’an sebagai petunjuk (hudan) bagi manusia, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu (bayyinat) dan pembeda (furqân) (antara haq dan batil). (QS al-Baqarah [2]: 185).

Sahabat Muslim, bulan yang dinanti telah kita sambut dengan penuh suka cita di awal. Namun terkadang wajar bagi seorang manusia untuk merasa lelah, bosan, dan menyerah kala godaan kian menerpa. Di minggu pertama Ramadhan tiba, masjid dan surau dipenuhi kaum muslim untuk bertarawih, tadarus Qur’an, berbuka bersama, hingga yang sekedar berdiam diri di dalam masjid. Dari yang tua hingga yang muda. Dari yang kaya hingga dhuafa. Bahkan sebagian besar masjid akan menggelar alas karena jamaah shalat tarawih memenuhi hingga pelataran. Tak lain dan tak bukan ialah untuk semata-mata meraih kecintaan serta ampunan Alloh Ta’ala.

Namun yang terjadi di minggu-minggu berikutnya apakah semakin meningkat grafiknya ataukah sama saja atau justru semakin turun? Bukankah kita dan mereka menyadari keberkahan di hari-hari berikutnya? Tidakkah mereka ingat bahwa di penghujung bulan suci ini terdapat malam Nuzulul Qur’an kemudian disusul rangkaian Lailatul Qadr?! Saya yakin mereka ingat, hafal, bahkan paham. Lantas apa yang membuat semangat mereka menurun? Mereka belum menata mindset berpikir dalam dirinya untuk senantiasa waspada terhadap enam pencuri utama di bulan penuh berkah. Sehingga bulan di mana pahala dilipatgandakan ini menjadi kurang maksimal. Berikut Pakar Mindset ulas enam pencuri utama di Bulan Ramadhan:

TV :
Menjelang bulan suci banyak program televisi yang ditawarkan muali dari saat kita sahur, ngabuburit menunggu berbuka, hingga malam menjelang. Bukannya bulan suci kita habiskan berdua dengan mushaf Al Qur’an, justru kita betah berjam-jam lamanya di depan layar kaca. Bukankah orang mukmin yang dirindu surge ialah mereka yang hatinya tergetar saat disebutkan nama Alloh maupun dibacakan ayat-ayat cinta-Nya?! Semoga kita termasuk golongan yang demikian. 

Tidur berlebih :
Amalan mandzub atau yang lebih kita kenal sunnah akan dilipatgandakan pahalanya setara amalan wajib serta amalan wajib dilipat gandakan khusus di bulan Ramadhan. Bahkan tidurnya orang yang berpuasa akan dihitung malaikat sebagai ibadah. Terlepas dari niat apakah demi menghimpun energi ataukah menghidari aktifitas makruh dan haram. Pastinya, seorang mukmin yang paham keberkahan Ramadhan tidak rela bulan suci ini habis dengan hanya tidur. Jika seandainya usai sahur lalu tidur, solat suhur lalu tidur, dan solat ahar lalu tidur hingga saat berbuka tiba tentu pahalanya ribuan bahkan jutaan kali lipat lebih kecil dibanding mereka yang menyibukkan diri dengan amalan produktif lain. Semisal ngaji, dakwah, bekerja, menambah ilmu, dan sebagainya.

Media sosial dan PC/Laptop :
Orang Korea punya KakaoTalk, orang Jepang punya Line, Amerika punya Facebook dan WhatsApp, orang Kanada punya BBM (BlackBerry Massanger), sedangkan orang muslim yang terlena punya banyak waktu untuk menggunakan semua medsos tersebut. Hehehe…

Handphone dan Smartphone :
Tak dipungkiri kecanggihan teknologi bukan ukuran menjadi khoiru ummah manakala tak dibekali iman dan Islam kaffah dalam diri. Hal yang mudah dan mubah akan menjerumus ke arah harom manakala membuat kita lalai pada kewajiban dari-Nya. Semisal seorang pelajar yang pergi ke warnet muapun di depan posnel dan menghabiskan berjam-jam untuk bermain game hingga terbengkalai tanggungjawabnya sholat wajib, membantu orangtua, maupun mengerjakan PR. Semoga kita senantiasa ingat dan mampu mendzikirkan asma Alloh SWT baik di saat kita terbangun, duduk, berbaring, maupun dalam berkendara.

Gossip :
Obrolan yang tidak bertujuan untuk mencari solusi maupun tidak bertujuan menambah tsaqafah (wawasan) maka dapat menjerumus ke dalam aktifitas gossip. Gossip bukan monopoli kaum hawa, karena kaum adam pun dapat betah berjam-jam manakala mengobrol dan berkumpul bersama kawan-kawan mereka. Alangkah indahnya jika ghiroh (semangat) yang sama kita hadirkan manakala menyambut seruan Alloh Swt.

Mungkin masih banyak hal lain yang siap menyedot primetime kita di bulan Ramadhan. Dan tak ada satupun pihak yang mampu menjamin kita masih berkesempatan bertemu dan bertamu dengan bulan suci tahun depan. Maka saat paling tepat untuk memoles mindset kita agar Ramadhan kali ini kian berkah hanyalah dua, sekarang dan sekarang. (ingin berbincang dengan saya?! Temukan saya di www.faroukamsyari.com twitter @amsyari_f dan facebook Farouk Amsyari – Public Speaker)

Om, Tante, dan kakak...jangan lupa perbanyak ngaji ya di bulan suci :-)

Alhamdulillah bulan suci tiba

7 komentar: Leave Your Comments

  1. Balasan
    1. semoga kita mampu menjaga kesempatan emas d bulan suci ini

      Hapus
  2. teruslah berkarya, teruslah menginspirasi..Farouk Amsyari
    #SayNoToDrugs #IndonesiaDaruratNarkoba #CegahNarkoba #3investasiSurga #PakarMindset #inspirasi #motivasi

    BalasHapus
  3. bismillah.. muga makin inspiratif ilmunya

    BalasHapus
  4. terima kasih mas Farouk Amsyari ilmu dan motivasinya
    semoga makin inspiratif..

    BalasHapus